GMIT Rote Ndao

Sabtu, 07 Mar 2009, | 48
Alkitab Menjawab Yesus adalah Tuhan dan Allah
Oleh : Jamres El Roni Mooynafi

Penulis : Anggota Majelis Jemaat, GMIT Jemaat Petrus Ombok Klasis Rote Barat Laut – Rote Ndao

Tulisan ini saya bangun diatas dasar Alkitab, Saya bukan seorang Teolog tapi saya seorang warga Gereja, yang bernaung di bawah Gereja Masehi Injili DiTimor (GMIT), saya di Baptiskan di GMIT Jemaat Siloam Oeseli Klasis Rote Barat Daya, Saya di Thabiskan menjadi Anggota Sidi pada GMIT Jemaat Silo Naikoten I Kota Kupang, Pernah menjadi Anggota Majelis Jemaat pada GMIT Jemaat Silo Naikoten I Kota Kupang dan Anggota Majelis Jemaat pada GMIT Jemaat Koinonia Kuanino Kota Kupang, Kini saya tercatat sebagai Anggota Majelis Jemaat pada GMIT Jemaat Petrus Ombok Klasis Rote Barat Laut-Rote Ndao.

Dan sebagai warga GMIT yang dengan perantaraan Roh Kudus telah mengakui Yesus sebagai Tuhan dan Allah, saya turunkan tulisan ini kepada seluruh warga GMIT dimanapun berada sebagai penguatan Iman dalam menghadapi berbagai ”aliran sesat” yang muncul belakangan ini yang menggugat keberadaan Yesus sebagai Tuhan dan Allah, bahkan yang sangat saya sesalkan adalah munculnya juga dari dalam tubuh Gereja (GMIT) sendiri.

Yohanes sebagai salah seorang murid Tuhan Yesus memberi kesaksian sebagaimana tertulis dalam Kitab Yohanes 10 : 29-30 menyatakan bahwa, (ayat 29) Bapa-Ku, yang memberikan mereka kepada-Ku, lebih besar daripada siapapun, dan seorangpun tidak dapat merebut mereka dari tangan Bapa. (ayat 30) Aku dan Bapa adalah Satu.

Disini jelas Tuhan Yesus menyatakan bahwa Aku dan Bapa adalah Satu, kalimat Aku dan Bapa adalah Satu sejalan apa yang tertulis didalam Kitab Yohanes 8 : 58 yang berbunyi : Kata Yesus kepada mereka, Aku berkata kepadamu, sesungguhnya sebelum Abraham jadi, Aku telah ada. Mengapa saya katakan sejalan, Bagaimana tidak. Tuhan Yesus menyatakan bahwa Ia telah ada sebelum Abraham jadi.

Coba kita hitung berapa tenggang waktu antara hidupnya Abraham sampai keturunan Yusuf yang menikahi Maria (Lihat silsilah Yesus Kristus, Matius 1 : 1-17), Jika Yesus sudah ada sebelum Abraham jadi, lalu dimanakah Yesus tinggal ? Adakah seorang manusia dibawah kolong langit ini yang mengklaim dirinya sudah ada atas sesuatu yang telah tiada berabad-abad lamanya ?. Bagi saya, Yesus berani menyatakan bahwa dirinya sudah ada sebelum Abraham jadi oleh karena ”Aku dan Bapa adalah Satu”.

Lepas dari kedua Firman diatas, saya ingin mengajak kita semua untuk melihat Kitab Lukas 23 : 43 yang berbunyi : Kata Yesus kepadanya, Aku berkata kepadamu sesungguhnya hari ini juga engkau akan ada bersama-sama dengan Aku didalam Firdaus. Bagi saya bila ada manusia yang berani nyatakan bahwa dirinya hari ini akan masuk surga, ditambah lagi ia menjamin seseorang lagi bahwa hari ini atau saat ini juga orang tersebut dan dirinya ada di surga, maka orang tersebut tentu mempunyai otoritas dan kewenangan yang cukup besar disurga, sedangkan kita semua tahu yang berkuasa di surga adalah Tuhan Allah, Jika demikian mengapa Yesus berani berkata kepada orang yang disalibkan disebelah kanannya bahwa Aku berkata kepadamu sesungguhnya hari ini juga engkau akan ada bersama-sama dengan Aku didalam Firdaus ? Bagi saya, Yesus berani berkata demikian oleh karena ”Aku dan Bapa adalah Satu”.

Tuhan Allah yang kita puji dan sembah, Berkuasa di surga dan atas segala ciptaan-NYA dibawah kolong langit ini, dengan kata lain segala Kuasa di surga dan dibawah kolong langit ini adalah mutlak milik-NYA. Jika demikian mengapa Yesus berani berkata kepada murid-muridnya sebelum Ia naik ke surga, sebagaimana tertulis dalam Kitab Matius 28 : 18 menyatakan bahwa : Yesus mendekati mereka dan berkata, Kepada-Ku telah diberikan segala kuasa di surga dan dibumi. Perkataan Yesus ini jelas menggambarkan kepada kita bahwa dirinya adalah Tuhan Allah, karena yang berkuasa di surga dan di bumi hanyalah Tuhan Allah. Bagi saya, Yesus berani berkata demikian oleh karena ”Aku dan Bapa adalah Satu”.

Dan sebagai bahan perbandingan coba kita lihat kesaksian Yohanes Pembaptis sebagaimana tertulis dalam Kitab Yohanes 3 : 35 yang menyatakan bahwa : ”Bapa mengasihi Anak dan telah menyerahkan segala sesuatu kepada-NYA”. Menyerahkan segala sesuatu.! Ini artinya segala yang ada pada Bapa, baik itu kuasa dan kemuliaan. semua sudah diberikan kepada Anak. Maka genaplah Firman Tuhan ”Aku dan Bapa adalah Satu”

Otoritas kekuasaan atas kehidupan menjadi mutlak milik Tuhan Yesus sebagaimana kesaksian Petrus dan Yohanes yang tertulis dalam Kitab Kisah Para Rasul 4 : 12 menyatakan bahwa : Dan keselamatan tidak ada didalam siapapun juga selain didalam Dia (Yesus), sebab dibawah kolong langit ini tidak ada nama lain yang diberikan kepada manusia yang olehnya kita dapat diselamatkan. Disini Petrus dan Yohanes mau menggambarkan kepada kita bahwa ”Diluar Yesus tidak ada keselamatan” mengapa demikian ? Karena mereka tahu bahwa ”Aku dan Bapa adalah Satu”.

Kembali Yohanes memberi kesaksian sebagaimana tertulis dalam Kitab Yohanes 14 : 6 menyatakan bahwa : Kata Yesus kepadanya, Akulah Jalan dan Kebenaran dan Hidup. Tidak ada seorangpun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku. Mengapa Tuhan Yesus berkata demikian ? Oleh karena ”Bapa” yang kita tuju adalah ”Aku” juga.

Bagaimana kita bisa tiba pada Bapa, sedangkan Aku yang adalah satu dengan Bapa yang sementara berada dengan kita tidak diperhatikan. Hal ini menggambarkan betapa jelasnya ”Aku dan Bapa adalah Satu”.

Alkitab, sebagaimana tertulis dalam Kitab Yohanes 8 : 24 menyatakan bahwa : Karena itu tadi Aku berkata kepadamu, bahwa kamu akan mati dalam dosamu, sebab jikalau kamu tidak percaya, bahwa Akulah Dia, kamu akan mati dalam dosamu, hal ini kembali memberi kesaksian kepada kita bahwa kalimat ”sebab jikalau kamu tidak percaya, bahwa Akulah Dia, kamu akan mati dalam dosamu” menunjukan Pribadi Yesus yang sebenarnya adalah juga Tuhan Allah, mengapa demikian ? Bila kita perhatikan ayat ini secara keseluruhan dari Kitab Yohanes 8 : 12-29 maka kita akan jumpai kalimat yang Yesus katakan bahwa : ”Jika sekiranya kamu mengenal Aku, kamu mengenal juga Bapa-Ku”, sehingga ”Akulah Dia” yang tertulis diatas sejalan dengan ”Aku dan Bapa adalah Satu”.

Disamping itu Kuasa atas ”Maut” dan ”Hidup” adalah mutlak milik Tuhan Allah. Maka jika hanya tidak percaya pada bahwa Akulah Dia, kamu akan mati dalam dosamu. Hal ini menunjukan bahwa ”Akulah Dia” sebenarnya sejalan dengan ”Aku dan Bapa adalah Satu”.

Dalam Kitab Yohanes 8 : 17 -18 menyatakan bahwa : (ayat 17) Dan dalam Kitab Taurat-mu ada tertulis, bahwa kesaksian dua orang adalah sah. (ayat 18) Akulah yang bersaksi tentang diri-Ku sendiri dan juga Bapa yang mengutus Aku, bersaksi tentang Aku. Yesus telah bersaksi tentang dirinya bahwa ”Aku dan Bapa adalah Satu” sebagaimana diuraikan diatas. Bagaimana dengan Bapa (Tuhan Allah) bersaksi tentang Aku (Yesus) ? Mari kita perhatikan secara seksama ! Ketika Yohanes Pembaptis melakukan Baptisan di sungai yordan, maka datanglah penduduk dari Yerusalem, Daerah Yudea dan daerah sekitar Yordan.

Hal ini menunjukan bahwa begitu banyak orang yang hadir di baptisan itu. Alkitab sebagaimana tertulis dalam Matius 3 : 1-17, memberi kesaksian kepada kita bahwa Yesus juga hadir dalam baptisan itu untuk di baptis, dan setelah dibaptis, Yesus keluar dari air dan pada waktu itu juga langit terbuka, Roh Allah turun keatas-NYA seperti burung merpati dan kemudian terdengarlah suara dari surga yang mengatakan ” Inilah Anak-Ku yang Kukasihi, Kepada-NYAlah Aku berkenan”.

Siapakah Yesus, sehingga Tuhan Allah berkepentingan membuka langit yang disaksikan oleh begitu banyak orang dan Tuhan Allah berkepentingan untuk berkata secara langsung ” Inilah Anak-Ku yang Kukasihi, Kepada-NYAlah Aku berkenan” ? Bagi yang orang kurang percaya tentu akan bertanya balik pada saya bahwa, Tapi kalimat diatas Tuhan Allah berkata ”Inilah Anak-Ku” bukan ”Inilah Diri-Ku juga”.

Benar demikian, Mari kita lihat kesaksian Alkitab berikut ini ; Kitab Matius 1 : 23 yang menyatakan bahwa : Sesungguhnya anak dara itu akan mengandung dan melahirkan seorang anak laki-laki, dan mereka akan menamai Dia Imanuel – yang berarti : Allah menyertai kita. Ayat Firman dalam kalimat diatas, terurai begitu jelas dan lugas menjelaskan bagaimana hubungan ”Aku dan Bapa adalah Satu”.

Memang benar masih begitu banyak kesaksian dalam Alkitab yang menggambarkan bahwa ”Aku dan Bapa adalah Satu” yang tidak dapat saya uraikan satu persatu, akan tetapi harapan saya, semoga dari uraian singkat diatas, dapat menguatkan Iman percaya kita yang bernaung didalam Gereja Masehi Injili DiTimor (GMIT) bahwa Yesus adalah Tuhan dan Allah.

Bila Alkitab telah menjawab bagi kita bahwa Yesus adalah Tuhan dan Allah, maka masih pantaskah orang-orang sesat mengatakan bahwa Yesus bukan Tuhan dan Allah serta Yesus juga bisa salah….!!? Menutup catatan ini, saya ingin mengucapkan terimakasih banyak kepada saudara Ezra Alfred Soruh, yang selalu giat memberi penguatan Iman lewat Tulisan-tulisannya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: